Kebiasaan Baru dalam Bulan Ramadhan

0 comments
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia bagi umat Islam. Agama Islam ini meyakini bahwa didalamnya penuh dengan berkah sehingga orang menyebutnya Ramadhan Mubarak atau bulan ramadhan yang penuh berkah.

Read More »

Spirit dan Dampak Sosial Berpuasa

0 comments
Marhaban yaa Ramadhan
Bismillahirrahmanirrahim, selamat datang bulan suci ramadhan, bulan yang Mubarak dan bulan yang special bagi umat Islam karena didalamnya kita akan mendapatkan rahmah (kasih sayang), magfirah (pengampunan) dan Ifkun minan nar (dibebaskan dari api neraka). Keuntungan menjalankan syari’at Islam yaitu berpuasa penuh pada bulan ramadhan ini sangat banyak. Selain kuntungan ukhrawi, juga ada keuntungan dunia. Begitu juga keuntungan fisik dan batin sebagaimana sabda Rasulullah saw. “berpuasalah agar kamu sehat” yang berarti sehat lahir dan batin.
Tulisan ini mencoba mengemukakan sisi yang tidak umum dari perintah berpuasa yaitu berdasarkan kacamata sosial dan spiritualnya.
Pertama, Puasa melatih seseorang untuk jujur terhadap diri sendiri sekaligus malu untuk melanggar dimasyarakat. Orang tidak akan tau kalau kita minum atau makan di tempat tertutup tapi meskipun demikian kita mengetahui bahwa itu adalah suatu pelanggaran yang sangat memalukan jika diketahui oleh orang lain. Lebih baik terang-terangan mengakui kesalahan dari pada berada dalam kepura-puraan karena resikonya lebih buruk jika ketahuan berbohong (bisa dianggap munafik). Secara hakikat itu berarti membohongi diri, orang lain dan Allah yang maha mengetahui.
Kedua, Puasa adalah menahan diri dari segala bentuk godaan maksiat, termasuk menahan untuk tidak makan dan tidak minum pada waktu yang telah ditetapkan. Sebagian orang menganggap bahwa puasa hanya sekedar menahan untuk tidak makan dan tidak minum pada waktu yang telah ditetapkan padahal versi spiritualnya puasa berarti menahan diri dari segala prasangka buruk, pikiran buruk, ucapan buruk, tindakan tercela, niat buruk, mendo’akan yang buruk pada orang lain secara lahir maupun batin. Secara lahiriah berarti menahan panca indra untuk melakukan hal yang buruk mulai dari mata, telinga, hidung, mulut, dan kulit untuk melakukan pelanggaran. Secara lahiriah panca indra harus ditingkatkan fungsinya menjadi lebih baik. begitu juga dimensi batin manusia mulai dari pikiran, perasaan, prasangka, dugaan, niat dan segala hal yang diluar lahiriahnya juga harus diperbaiki melalui amalaih ramadhan.
Sebagai catatan penutup, puasa yang benar dapat meningkatkan kualitas dan fungsi sosial seseorang. Untuk itu mari kita mengamalkan puasa tidak hanya sekeder menahan haus dan lapat tetapi juga menahan amarah, keserakahan dan sifat-sifat tercela lainnya. (AHM)



Read More »

Dokumentasi Foto Nikahan

0 comments
Kepada Sahabat(i) yang telah melangsungkan pernikahan. AHM mengucapkan selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia dunia akhirat dan menjadi Keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah. Terkhusus untuk Asrul Sani, Jusniati Alimuddin, Wahyudi Muchtar, Nur Irmasari dan Bahtiar HJ, berikut AHM munculkan di Galeri sebagai kenangan pernikahan kalian.

 Asrul Sani, Selamat untuk hari bahagia anda

 Menjemput mempelai Pria di Rumah Jusniati Alimuddin Lehong

 Bersama Rombongan Keluarga Besar Ponpes An-Nahdlah Makassar

 Ustas Musyawir, Pendamping PKH Makassar yang ikut di rombongan mempelai Pria

Bersama Ustas Buhari Muslim, Sebentar lagi menjadi Doktor Tafsir Hadis UIN Alauddin Makassar di Pesta Jusni

Teman-teman yang gokil

Bersama ibu-ibu rempong

Menanti Kedatangan Pengantin Pria

Diajak selfi oleh pengantin baru.

Segera menyusul

Makan Pisang sambil mendengarkan wejangan tentang pisang panjang

Sahabat-sahabat teraneh. 

Calon IRT penasaran dengan pisangnya

Rekan Kerja di Pesta Wahyudi Muchtar dan Nur Irmasari

Bersama kawan-kawan akademisi

Mendampingi Mahabrata

Segera Menyusul Jejak Bapak Bahtiar HJ

Bergantian Menggunakan Mahkota raja sehari

mencoba selfie



Read More »

Petani Mendidik

0 comments

Bertani merupakan suatu pekerjaan mulia karena mengajarkan manusia untuk lebih pandai Bersyukur. Bertani juga Mengajarkan kita bahwa untuk meraih sesuatu (sukses) harus dengan perjuangan keras dan melalui proses yang tidak gampang. Setiap orang yang memilih kerja sebagai petani harus memiliki kemampuan fisik dan wawasan tetang ilmu alam dan pertanian. Ilmu itu adalah untuk memahami dan mempelajari hukum alam, membaca tanda-tanda alam, memilih perlakuan terhadap pekerjaan dan memilih waktu yang tepat untuk bercocok tanam

Sebelum munculnya paham ekonomi merkantalis, kapitalis, sosialis dan saat kebutuhan pokok manusia masih sebatas untuk sekedar makan dan tempat berteduh, penghasilan petani sudah cukup meskipun hanya bekerja sebagai sebagai petani sawah. Perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi memaksa manusia berkerja lebih keras dan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak lagi terbatas pada makanan dan tempat tinggal tetapi sudah merambah pada kebutuhan akses dan gaya.

Petani tidak ketinggalan merasakan efek Globalisasi. Saat ini petani membutuhkan produk dengan sentuhan teknologi tinggi mulai dari tahap persiapan awal, pembenihan, pemeliharaan/perawatan, panen, hingga produksi hasil pertanian. Tentu saja pengelolaan sektor pertanian juga membutuhkan biaya yang tinggi, belum lagi kebuhan pribadi dan keluarga terhadap akses, gaya hidup dan eksistensi diri yang makin menjadi-jadi.

Andi Radiah adalah seorang petani sederhana yang mencoba bertahan secara tradisional dan melawan beratnya gilasan arus globalisasi. Ia memahami bahwa pengaruh globalisasi dan doktrin ekonomi menjadikan yang tidak penting menjadi penting dan ada juga yang penting menjadi tidak penting. Contohnya adalah penggunaan HP sebagai alat komunikasi, meskipun secara fungsional sudah cukup dengan telp/sms/intertet namun seseorang tidak akan merasa puas jika hanya terdapat 3 fungsi dalam 1 genggaman tersebut. Ada pula yang dulunya penting pada akhirnya menjadi kurang penting seperti silaturrahim karena munculnya media komunikasi yang menghubungkan informasi (kabar/berita/perintah) tanpa harus ketemu.

Nama           : Andi Radiah
Gender         : Perempuan
Pekerjaan      : Tani/Kepala Keluarga
Pendidikan    : Tidak taman SLTP
Jumlah anak  : 6


Andi Radiah mendidik anak-anaknya dengan baik. Meskipun dia seorang petani, tapi ia memahami arti pendidikan bahwa anak yang terdidik adalah mereka yang mampu berbuat yang terbaik untuk diri, keluarga, keyakinan dan bangsanya. Ia mendidik anaknya melalui pendidikan keluarga berbasis agama dan pesan-pesan kearifan lokal. Untuk pendidikan formalnya diserahkan pada Madrasah terbaik.

Kehidupan postmodern yang membuat kebutuhan manusia semakin meningkat tidak mengubah pekerjaannya. Andi Radiah tetap setia bertani dan memasarkan hasil pertaniannya di pasar tradisional hingga pedagang daerah.

Pada umumnya petani menggunakan pupuk kimia untuk peningkatan produksi dan pestisida untuk membasmi rumput dan hama namun bagi Andi Radiah yang pendidkannya tidak tamat SLTP itu tidak sepakat dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida pada lahan pertanian. Baginya ada solusi lain untuk pupuk yang tidak membuat ketergantungan dan itu sangat alami. Untuk rumput tidak perlu dibasmi menggunakan pestisida, tapi cukup mencabut rumput dengan alat sederhana dan tidak perlu terlalu bersih. Ketika ditanya kenapa begitu, ia menjawab didalam tanah terdapat ekosistem dan rumput adalah salah satu dari ekosistem tersebut yang kehadirannya dibutuhkan oleh bagian dari ekosistem lain.


Read More »

Cerita Pulau Badi dari FPBI

0 comments
Tulisan ini merupakan kenangan saat berada di Pulau Badi Desa Mattiro Deceng Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).  Kegiatannya adalah camp sebagai refleksi dan pembubarn panitia kegiatan Sail Tomini tahun 2015 di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Read More »

Kelompok Usaha untuk Kesejahteraan Keluarga

0 comments
Hari ini, Selasa 9 Mei 2017 penulis berhasil mengusulkan dua program untuk peningkatan kesejahteraan sosial keluarga. Program tersebut ditujukan pada Kemeterian Sosial Republik Indonesia yang di usulkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba. Manfaat Program ini akan di terima oleh Keluarga Penerima Manfaat Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Anrang sebanyak 1 Kelompok dan Desa Bontoharu sebanyak 1 Kelompok.

Read More »

Rencana Penelitian Sosial - Kelompok Usaha Bersama

0 comments
oleh : Abdul Haris Mubarak
A.    Latar Belakang
Sebagai khalifah dimuka bumi ini, manusia dianjurkan untuk memberikan hak kepada keluarga-keluarga dekat yang salah satu diantara mereka adalah orang-orang yang tergolong miskin. Anjuran tersebut sebagaimana difirmankan Allah dalam Q.S. Al- Israa’/17:26 yang Terjemahnya : “dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.[1]

Read More »