Thursday, 21 March 2013

Kembali Berkebun


Jati yang baru ditanam

Hari ini saya tidak ngantor di TPC, Jln Cendana Bulukumba. Alhamdulillah, waktu yang terbatas saya manfaatkan untuk mengurus kebun. Maklumlah, di kampung saya juga bekerja sebagai petani. Aktivitas saya hari ini adalah sebagai berikut:

1.        Menanam Jati Putih
Sebelum ke kebun, terlebih dahulu saya memcuci pakaian dan motor biar nyaman ketika beranjak ke Makassar besok, Isnya Allah. Setelah usai mencuci lalu saya sarapan dan minun secangkir kopi hitam lalu beranjak ke kebun dekat rumah mengambil bibit jati putih yang siap tanam. Hari ini saya hanya mengambil sebanyak 16 batang bibit karena saya masih punya beberapa aktivitas lain yang juga memakan waktu agak lama untuk penyelesaiannya. Bibit yang telah saya amankan pada tempat yang telah disediakan lalu dibawa menyeberangi sungai yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah (kebun tempat menanam pohon jati).
Kalau hanya menanam sekitar 16 pohon per hari, artinya butuh sekitar 20 hari ke kebun untuk merampungkan tanah yang masih kosong untuk diisi  dengan tanaman produktif. Kayu jati sengaja dipilih karena tidak butuh perawatan ektra serius hingga pohon tersebut ditebang menjadi bahan bangunan. Disamping itu, usaha atau bisnis kayu akan lebih menjanjikan sekitar 10 tahun kedepan.
2.       Membelah kelapa yang terkumpul lalu dijual untuk dijadikan kopra
Dari 20 pohon kelapa milik keluarga didekat sungai Balantieng di Desa Anrang Kec. Rilau Ale Kab. Bulukumba, ternyata hari ini telah terkumpul buah kelapa sekitar 100 biji sehingga saya berinisiatif untuk menjualnya ke pedagang kopra. Karenanya, saya membelah kelapa tersebut dan mengambil dagingnya untuk ditimbang. Alhamdulillah 40 kg dan itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai ongkos transpotasi Makassar-Bulukumba PP.
Bibit Cengkeh
3.       Membersihkan bibit cengkeh
Berhubung ada beberapa pohon cengkeh yang sudah ditanam beberapa tahun yang lalu mati akibat kemarau atau mungkin dimakan ulat, saya berinisiatif untuk segera mengurus bibit cengkeh yang telah disemai di tanah lapang yang agak lembap. Ternyata setelah saya bersihkan, harapan baru muncul bahwa bibit ini akan lebih jika hanya ditanam dikebun saya sehingga selebihnya mungkin bisa dijual pada petani yang membutuhkan bibit cengkeh.
4.       Menyusun Program Organisasi Daerah
Memanfaatkan waktu istrahat, setelah seharian beraktivitas di kebun. Malam hari saya menyusun program yang nantinya akan digunakan untuk berpartisipasi (ambil bagian) membangun daerah Bulukumba. Rencananya besok saya akan seminar program yang telah saya rancang berdasarkan penelitian khusus tentang masalah-masalah yang segera dan penting untuk diselesaikan.
Kesibukan saya hari ini sangat melelahkan. Penyemangatku juga tidak kunjung tiba sehingga saya lalui cukup dengan mengar musik sambil main game setelah aktivirasku terselesaikan. Mungkin hari ini saya harus cepat istrahat karena besok pagi saya masih rindu dengan kebun, harus menyetor sedikit recehan di BRI, seminar program dan berangkat ke Makassar malam hari.

2 comments:

  1. waaah, penyemangatnya apa *atau siapa* nih cikicieeww..

    semoga lancar terus yah aktivitasnya :)

    ReplyDelete
  2. seseorang yg dekat di hati kak! hehehe

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم