Monday, 13 June 2016

Berkah Cengkeh di Bulan Ramadhan



Petani Bulukumba kembali menuai hasil pertanian dari komoditas Cengkeh. Komiditi yang dipanen sekali dalam setahun ini merupakan anugrah tersendiri bagi petani karena bertepatan dengan bulan ramadhan yang didalamnya kebutuhan ekonomi sedikit lebih besar.

Kebun Cengkeh
Cengkeh merupakan komoditas yang tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan karena tumbuhan ini merupakan tanaman jangka panjang sehingga penanamannya hanya dilakukan ketika ada yang mati (menggantikan tanaman yang lama). Untuk pemeliharaan cukup membersihkan rumput di tanah (2 sampai 3 kali/tahun) dengan menggunakan mesin pemotong rumput atau ada juga yang menggunakan herbisida, membuang benalu yang melekat dipohon, memastikan tidak ada hama/ulat pada pohon, menyiram ketika musim kemarau, memastikan tidak tergenang air ketika musim hujan. Selanjutnya petani cengkeh sudah siap panen pada usia 4 tahun hingga puluhan tahun.
Petani Bulukumba memetik cengkeh dengan menggunakan bambu yang dikenal dengan sebutan “tanrang”. Orang yang memetik cengkeh harus berani memanjat tanrang yang terbuat dari 1 batang bambu dengan 2 utas tali pengikat tanrang tanpa pengaman.
Keuntungan petani cengkeh sangat menjanjikan karena harga jual yang selalu tinggi. Jika rata-rata harga cengkeh adalah Rp.31 ribu/Kg (basah) dengan jumlah rata-rata perpohon 40 Kg., maka petani cengkeh yang memiliki lahan 1 Hektar saja sudah mampu menghasilkan Rp. 243.040.000,-/tahun (penghasilan kotor). Petani cengkeh hanya butuh lebih sabar karena penghasilan bukan mingguan atau bulanan. AHM


1 comment:

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم